Nasi Sudah Menjadi Bubur? Buburnya Masih Bisa DImakan Kan?

Kehidupan itu dinamis, selalu berubah-ubah tanpa kita tahu perubahan itu akan menuju kemana. Sedang menuju kearah yang lebih baik, atau mungkin sebaliknya. Kalo diibaratin hal lain mungkin lebih populer analogi roda deh. Hidup itu terus berputar. Kadang diatas, kadang dibawah. Nah, di kesempatan ini saya mau ngebahas dari sisi bawahnya deh, alias disaat kita jatuh.

 

Siapa sih yang mau jatuh? Kayaknya ga ada deh satupun dari kita yang mengalaminya. Tapi, suka gak suka, setiap orang pasti mengalami hal ini, walaupun itu menyakitkan. Banyak efek yang bisa ditimbulkan kalo udah jatuh. Salah satu efek yang paling gilanya yaitu kehilangan percaya diri. Setuju? Ada yang pernah? Saya ngacung duluan deh J suatu kegagalan dalam hidup memang bervariasi, namun efek yang ditimbulkan pun beragam. Saya pernah mengalami kegagalan dalam hidupyang mengakibakan saya kurang percaya diri dalam melakukan hal sejenis lainnya. Itu sangat mengganggu. Kalo digambarkan, mungkin ibarat berdiri di suangan 1×1 mungkin. Gerak kemana aja juga pasti mentok kemana-mana, ga ada kemajuan. Hal ini yang membuat saya melakukan langkah berikutnya untuk keluar dari ruangan yang sempit ini, yaitu dengan cara sharing dengan orang yang sangat saya percayai dan pengalamannya pun banyak. Saya mendapatkan banyak hal dalam sharing dengan “mentor” saya tersebut. Inti pesannya adalah : Semua orang pasti pernah berbuat salah, jangan takut untuk mengakui kesalahan dan jangan takut untuk berusaha memperbaiki kesalahan tersebut di masa yang akan datang. Jadikan pengalaman yang didapat dari kesalahan tersebut sebagai batu lompatan untuk menghindari lubang yang sama. Yang terakhir, yakinlah bahwa Tuhan pasti punya rencana yang manis dalam hidup kita, yakinilah juga bahwa tidak ada yang sia – sia dalam hidup ini..

 

Kata orang dalam menganalogikan penyesalan : “Nasi sudah menjadi bubur”. Iya sih memag begitu. Hal yang telah terjadi memang tidak bisa diulang. Tapi coba kita tambahin komen dikit, ‘Tapi bubur juga masih enak kan buat dimakan?” hehe. Jangan jadiin penyesalan sebagai pelampiasan dalam meratapi kesalahan, tapi nikmatilah penyesalan itu menjadi pelajaran yang berharga sehingga kita tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari..

Nasi Sudah Menjadi Bubur? Buburnya Masih Bisa DImakan Kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s